COVER-2
Literasi Digital : Menjadi Pengguna Teknologi yang Cerdas dan Bertanggung Jawab di Kalangan Murid MTs Alkhairaat Madinatul Ilmi Dolo.

Literasi Digital : Menjadi Pengguna Teknologi yang Cerdas dan Bertanggung Jawab di Kalangan Murid MTs Alkhairaat Madinatul Ilmi Dolo                     

Teknologi selalu berkembang dan mengubah segala aspek kehidupan termasuk dunia pendidikan, karena dengan adanya perkembangan teknologi  digital yang begitu pesat dapat mengubah cara peserta didik belajar, berkomunikasi, dan memperoleh informasi. Madrasah bukan lagi hanya menjadi tempat transfer pengetahuan, tetapi juga berperan penting dalam membentuk karakter dan kompetensi peserta didik agar mampu menggunakan teknologi secara bijak. Oleh karena itu, literasi digital  menjadi salah satu kompetensi abad ke-21 yang perlu di integrasikan dalam proses pembelajaran dan layanan pendidikan.  Secara umum, teknologi dapat diartikan sebagai cara, metode, atau alat yang diciptakan manusia untuk memenuhi kebutuhan dan mempermudah pekerjaan. Masalah penyalahgunaan teknologi dan cyberbullying menjadi ancaman digital yang kian serius dan berakibat fatal pada kesehatan mental korban. Liputan 6 menyoroti fenomena ini sebagai dampak negatif dari luasnya penetrasi internet dan media sosial yang sering kali disalahgunakan oleh pengguna.  Sumber: Liputan 6.com

Berita yang bersumber dari Liputan 6 merupakan salah satu contoh bahwa sebagai generasi Z kita harus bijak dan bertanggung jawab dalam menggunakan teknologi seperti gawai  dan sebisa mungkin memanfaatkan media sosial untuk hal yang positif dan menghindari adanya penyebaran berita hoaks dan cyberbullying. Menurut UNESCO tahun 2018, literasi digital adalah kemampuan individu untuk mengakses, memahami, mengevaluasi, menciptakan, dan mengomunikasikan informasi melalui media digital secara efektif, kritis, etis, dan bertanggung jawab.

Mengapa literasi digital penting di sekolah/madrasah?

  1. Meningkatkan kualitas pembelajaran

Literasi digital memungkinkan peserta didik memanfaatkan berbagai sumber belajar seperti e-book, video pembelajaran, jurnal, atau berbagai platform pembelajaran daring lainnya. Hal ini sejalan dengan tanggapan dari kepala perpustakaan MTs Alkhairaat Madinatul Ilmi Dolo yang sempat kami wawancarai pada Rabu, 23/9/2026, pukul 08.30 pagi. Beliau berpendapat bahwa literasi digital memiliki peran yang sangat penting dalam mendukung perkembangan dan proses belajar murid. Di era digital seperti saat ini, murid tidak hanya memperoleh pengetahuan melalui buku-buku cetak, tetapi juga dapat memanfaatkan berbagai sumber belajar digital, seperti buku elektronik (e-book) dan bahan bacaan online, yang dapat diakses melalui komputer maupun telepon genggam masing-masing.

  1. Mengembangkan kemampuan berpikir kritis

Di era yang serba digital, banyak sekali informasi yang bisa diakses murid, sehingga dengan adanya literasi digital, murid mampu membedakan informasi yang valid  ataupun yang hoaks.

  1. Mencegah risiko di dunia digital

Dengan adanya literasi digital, sekolah berperan penting dalam mengedukasi mengenai keamanan digital, seperti menjaga privasi, melindungi data pribadi, menghindari penipuan daring, serta cyberbullying.

  1. Membentuk karakter dan etika digital

Literasi digital bukan hanya berkaitan dengan teknologi, tetapi juga nilai-nilai sopan santun, tanggung jawab, empati, dan penghargaan terhadap hak cipta ketika berinteraksi di ruang digital.

  1. Mempersiapkan kompetensi

Kemampuan menggunakan teknologi secara produktif menjadi bekal penting bagi peserta didik dalam melanjutkan pendidikan maupun memasuki dunia kerja yang semakin terdigitalisasi.

Peran madrasah (MTs Alkhairaat Madinatul Ilmi Dolo) dalam meningkatkan literasi digital

Upaya MTs Alkhairaat Madinatul Ilmi Dolo dalam meningkatkan literasi digital peserta didik dapat dikatakan telah berjalan dengan baik, salah satunya ditandai dengan dibentuknya Tim Literasi Madrasah yang diketuai oleh Mustafa Ahmad Yasman. Dalam keterangannya, Mustafa menegaskan bahwa literasi digital memiliki peran penting dalam proses pendidikan. Menurutnya, literasi tidak hanya berkaitan dengan kemampuan membaca, tetapi juga mencakup kemampuan memahami, menilai, dan menginterpretasikan informasi yang dibaca secara tepat. Sejalan dengan hal tersebut, madrasah juga membentuk kelompok literasi digital sebagai wadah pendampingan bagi peserta didik dalam menggunakan media dan teknologi digital secara bijak. Kelompok ini diarahkan untuk membantu siswa memahami berbagai risiko di dunia digital, seperti cyberbullying, penyebaran berita bohong (hoaks), serta penyalahgunaan media sosial dan teknologi informasi.

Literasi digital di MTs Alkhairaat Madinatul Ilmi Dolo dipandang bukan semata-mata sebagai kemampuan dalam mengoperasikan perangkat teknologi, tetapi sebagai kompetensi untuk menjadi pengguna teknologi yang cerdas, aman, kritis, kreatif, dan bertanggung jawab. Pengenalan literasi digital sejak dini diharapkan dapat mendorong peserta didik memanfaatkan teknologi sebagai sarana belajar, mengembangkan kreativitas, memperluas wawasan, dan mendukung kemajuan diri, sekaligus mampu meminimalkan berbagai risiko yang ditimbulkan oleh lingkungan digital. Oleh karena itu, melalui pendidikan literasi digital yang terarah dan berkelanjutan, madrasah berupaya membentuk peserta didik yang mampu beradaptasi dengan perkembangan teknologi tanpa mengesampingkan nilai-nilai etika, akhlak, dan karakter, sehingga pemanfaatan teknologi tetap selaras dengan tujuan pendidikan dan pembentukan generasi yang bermartabat.

Nyalanesia bekerja sama dengan ribuan guru dan kepala sekolah di seluruh Indonesia untuk bersama-sama membangun jembatan literasi agar setiap anak punya kesempatan untuk mewujudkan mimpi.

Pendidikan adalah alat untuk melawan kemiskinan dan penindasan. Ia juga jembatan lapang untuk menuju rahmat Tuhan dan kebahagiaan.

Mendidik adalah memimpin,
berkarya adalah bernyawa.

Nyalanesia bekerja sama dengan ribuan guru dan kepala sekolah di seluruh Indonesia untuk bersama-sama membangun jembatan literasi agar setiap anak punya kesempatan untuk mewujudkan mimpi.

Pendidikan adalah alat untuk melawan kemiskinan dan penindasan. Ia juga jembatan lapang untuk menuju rahmat Tuhan dan kebahagiaan.

Mendidik adalah memimpin,
berkarya adalah bernyawa.

Artikel Terkait